Strava Metro Buktikan Pesepeda Adalah Pilar Transportasi Kota Masa Depan

Strava Metro

Strava, platform komunitas olahraga yang memiliki jaringan luas di lebih dari 185 negara, baru saja mempublikasikan laporan bertajuk Strava Metro: Commute Report. Data ini memberikan gambaran mendalam mengenai tren masyarakat dunia dalam menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi utama sepanjang tahun 2025. Laporan ini menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana pergeseran gaya hidup aktif terjadi secara global.

​Data yang disajikan berasal dari unit Strava Metro, sebuah inisiatif sosial yang menyediakan kumpulan data mobilitas pejalan kaki dan pesepeda secara anonim. Layanan ini diberikan secara cuma-cuma sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu pengembangan wilayah. Melalui informasi tersebut, para pemangku kebijakan dapat melihat pola pergerakan masyarakat tanpa melanggar privasi pengguna.

​Hingga saat ini, tercatat lebih dari 4.000 lembaga pemerintah dan perencana tata kota telah memanfaatkan basis data tersebut untuk merancang infrastruktur yang lebih efisien. Kolaborasi strategis ini diklaim telah memberikan dampak positif bagi hampir satu miliar penduduk bumi. Kehadiran data yang akurat memungkinkan pembangunan jalur sepeda dan fasilitas umum lainnya menjadi lebih tepat sasaran dan fungsional.

Advertisement

​Analisis sepanjang Januari hingga Desember 2025 menunjukkan angka yang fantastis, di mana total jarak tempuh komuter sepeda mencapai 885,1 juta kilometer. Jarak sejauh ini dianalogikan setara dengan berkeliling bumi sebanyak 22.000 kali. Skala perjalanan yang luar biasa ini membuktikan bahwa sepeda bukan lagi sekadar alat rekreasi, melainkan pilar transportasi yang signifikan di berbagai belahan dunia.

​Satu temuan menarik dalam laporan ini adalah dominasi generasi Baby Boomer dalam aktivitas bersepeda ke tempat kerja. Kelompok usia ini tercatat sebagai yang paling konsisten dan aktif dibandingkan generasi lainnya. Sebaliknya, generasi Z menunjukkan kecenderungan yang lebih rendah untuk berkomuter menggunakan sepeda, dengan selisih sekitar 21% di bawah generasi Boomer.

​Laporan tersebut juga menyoroti popularitas sepeda listrik atau e-bike yang terus meningkat pesat, terutama di kalangan generasi senior. Dari sisi geografis, Islandia memimpin sebagai negara dengan penggunaan sepeda listrik tertinggi untuk keperluan komuter. Posisi tersebut kemudian diikuti oleh Belgia dan Norwegia yang juga menunjukkan adopsi teknologi transportasi ramah lingkungan yang sangat kuat.

Advertisement

​Ketangguhan para komuter sepeda juga terlihat dari kemampuan mereka menghadapi tantangan cuaca yang ekstrem. Mulai dari suhu membeku di Finlandia hingga iklim panas di Jepang, para pesepeda tetap konsisten menempuh perjalanan menuju destinasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi untuk hidup aktif dan efisien mampu melampaui hambatan kondisi lingkungan yang sulit.

​Brian Bell, selaku pimpinan komunikasi Strava, menegaskan bahwa laporan ini bertujuan mendorong terciptanya infrastruktur yang lebih aman dan nyaman bagi semua orang. Ia mengajak lebih banyak pengguna untuk merekam aktivitas perjalanan harian mereka guna memperkaya data mobilitas kota. Dengan partisipasi kolektif, diharapkan standar keselamatan dan kemudahan bagi pesepeda di seluruh dunia dapat terus ditingkatkan di masa depan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.