Galaxy S26: Uji Daya Tahan Exynos vs Snapdragon, Selisih Hampir 3 Jam Siapa Paling Irit?

Samsunggalaxys26Exynos

Perbandingan chipset dalam satu lini smartphone flagship selalu menjadi topik yang menarik, terutama ketika menyangkut efisiensi daya. Pada seri terbaru Galaxy S26, Samsung kembali menghadirkan dua varian chipset berbeda, yakni Exynos 2600 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Namun kali ini, perbedaan yang muncul tidak hanya soal performa, melainkan juga daya tahan baterai yang cukup mencolok.

Di atas kertas, Exynos 2600 seharusnya membawa keunggulan signifikan. Pasalnya, chipset ini sudah menggunakan teknologi fabrikasi 2nm yang lebih mutakhir. Sementara itu, Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih bertahan di proses 3nm milik TSMC. Secara teori, ukuran fabrikasi yang lebih kecil memungkinkan efisiensi daya yang lebih baik.

Namun demikian, realita di lapangan justru berkata lain.

Advertisement

Ekspektasi Tinggi pada Fabrikasi 2nm

Sejak awal diperkenalkan, Exynos 2600 memang dibebani ekspektasi besar. Peralihan ke teknologi 2nm dianggap sebagai langkah ambisius Samsung untuk mengejar ketertinggalan dari Qualcomm, khususnya dalam hal efisiensi daya.

Selain itu, rekam jejak Exynos di generasi sebelumnya yang sering dianggap boros baterai membuat harapan terhadap peningkatan ini semakin tinggi. Banyak pengguna berharap bahwa Galaxy S26 akan menjadi titik balik bagi chipset buatan Samsung tersebut.

Bahkan, sejumlah bocoran awal sempat memperlihatkan potensi peningkatan yang cukup menjanjikan. Oleh karena itu, tidak sedikit yang memprediksi bahwa selisih performa dan efisiensi antara Exynos dan Snapdragon akan semakin tipis tahun ini.

Advertisement

Pengujian Realistis dalam Aktivitas Harian

Untuk menguji klaim tersebut, sebuah kanal YouTube bernama AndroidAddicts melakukan pengujian penggunaan harian pada 27 Maret 2026. Pengujian ini tidak hanya mengandalkan benchmark sintetis, melainkan juga aktivitas nyata yang biasa dilakukan pengguna.

Mulai dari panggilan telepon, navigasi menggunakan Google Maps, merekam video, hingga scrolling media sosial dan menonton YouTube, semua skenario dirancang untuk mencerminkan penggunaan sehari-hari.

Menariknya, pengujian dilakukan pada dua unit Galaxy S26 dengan spesifikasi yang hampir identik. Satu-satunya perbedaan terletak pada chipset yang digunakan. Dengan demikian, hasil yang diperoleh bisa dibilang cukup objektif dalam membandingkan efisiensi daya kedua varian tersebut.

Advertisement

Selisih Daya Tahan Hampir 3 Jam

Hasil pengujian tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Varian Galaxy S26 dengan Exynos 2600 mencatatkan daya tahan baterai sekitar 6 jam 48 menit. Sementara itu, varian Snapdragon mampu bertahan hingga 9 jam 26 menit dalam skenario penggunaan yang sama.

Artinya, terdapat selisih hampir 3 jam antara kedua chipset tersebut. Dalam konteks smartphone flagship, angka ini tentu bukan perbedaan kecil.

Lebih lanjut, selisih tersebut juga berdampak langsung pada pengalaman pengguna. Pengguna varian Exynos kemungkinan harus lebih sering melakukan pengisian daya, terutama jika digunakan untuk aktivitas berat sepanjang hari.

Advertisement

Tak hanya itu, pengujian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi daya Exynos masih tergolong tinggi. Bahkan, dalam beberapa skenario, konsumsi dayanya disebut lebih besar dibandingkan perangkat lain seperti OnePlus 15 yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Hal ini semakin menegaskan bahwa efisiensi daya Exynos masih belum optimal, meskipun sudah menggunakan teknologi fabrikasi yang lebih canggih.

Efisiensi Tidak Hanya Ditentukan Fabrikasi

Perbedaan ini sekaligus membuktikan bahwa efisiensi daya tidak semata-mata ditentukan oleh ukuran fabrikasi. Meskipun Exynos 2600 sudah mengadopsi teknologi 2nm, faktor lain seperti desain arsitektur chipset dan optimalisasi software juga memegang peranan penting.

Advertisement

Dalam hal ini, Qualcomm tampaknya masih unggul dalam mengelola efisiensi daya. Integrasi antara hardware dan software yang lebih matang membuat Snapdragon mampu menghasilkan konsumsi daya yang lebih stabil dan efisien.

Sebaliknya, Samsung masih perlu meningkatkan optimalisasi pada lini Exynos. Tanpa perbaikan di sisi tersebut, keunggulan teknologi fabrikasi belum tentu bisa diterjemahkan menjadi performa nyata yang lebih baik.

Dampak bagi Konsumen

Bagi konsumen, perbedaan ini tentu menjadi pertimbangan penting sebelum membeli. Terlebih lagi, distribusi chipset Galaxy S26 berbeda di tiap wilayah. Varian Snapdragon biasanya hanya tersedia di pasar tertentu seperti Amerika Serikat dan China, sementara pasar global lebih banyak menggunakan Exynos.

Advertisement

Dengan selisih daya tahan baterai yang cukup jauh, pengguna yang mengutamakan ketahanan baterai kemungkinan akan lebih memilih varian Snapdragon. Namun, bagi pengguna yang tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, Exynos tetap bisa menjadi pilihan, terutama jika mempertimbangkan faktor lain seperti harga dan ketersediaan.

Secara keseluruhan, hasil pengujian ini menunjukkan bahwa Exynos 2600 masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal efisiensi daya. Meskipun sudah menggunakan teknologi fabrikasi 2nm, performa daya tahan baterainya masih tertinggal cukup jauh dari Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Selisih hampir 3 jam bukanlah angka yang bisa diabaikan, terutama untuk perangkat di kelas flagship. Oleh karena itu, Samsung perlu melakukan optimalisasi lebih lanjut agar lini Exynos dapat bersaing secara lebih seimbang di masa mendatang.

Advertisement

Pada akhirnya, pilihan kembali ke kebutuhan pengguna. Namun satu hal yang jelas, dalam pertarungan kali ini, Snapdragon masih menjadi unggulan dalam urusan daya tahan baterai.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.