CEO Nuon Aris Sadewo membeberkan posisi Nuon sebagai platform penghubung antara kontern, distribusi dan monetitasi. Fokus utamanya pada 2026 ialah untuk mengembangkan kekayaan intelektual (IP) lokal.
“Pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis 2026 guna meningkatkan kepemilikan aset kreatif domestik dan daya saing global,” ungkap Aris dalam acara media update di Jakarta, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan kalau saat ini monetsisasi konten digital masih didominasi oleh platform global. Sehingga, membatasi nilai tambah domestik.
Baca Juga
Advertisement
Aris turut membeberkan posisi Nuon kini berada pada titik krusial rantai nilai digital. Yakni, di sisi distribusi dan moentisasi.
Nuon kini memikul mandat dalam menekan value leakage sekaligus memastikan eksositem digital nasional tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Ia menekankan kalau Indonesia tidak boleh menjadi pasar digital terbesar, namun juga harus menjadi pemain di industri.

“Kekuatan utama Nuon terletak pada penguasaan simpul distribusi digital. Dengan dukungan infrastruktur konektivitas terbesar di Indonesia, kami berada pada posisi strategis untuk menghubungkan konten, pengguna, dan monetisasi dalam satu ekosistem yang utuh,” imbuh Aris.
Baca Juga
Advertisement
Kini, Nuon telah memproduksi kontennya sendiri dalam berbagai lini. Misalnya, di sektor film, perusahaan tengah menggarap tiga komik di Indonesia, termasuk Bandits of Batavia dan Jitu.
Di sektor musik, Nuon menghadirkan Langit Musik dan Langitku sebagai platform straming dan agregrasi. Kini, Langit Musik menghadirkan fitur mode ala cart yang memungkinkan pengguna membeli lagu atau album secara satuan tanpa harus berlangganan bulanan.
Di samping itu, Nuon menggunakan integrasi Direct Carrier Billing (DCB) yang membuka jalur pembayaran alternatif untuk menjangkau segmen unbanked dan underbanked. Skeama ini tidak hanya memperluas konsumen terhadap konten digital premium, melainkan memperbesar potensi konversi dan revenue stream bagi kreator dan mitra konten.
Baca Juga
Advertisement
Di sektor gim, Nuon tengah mengembangkan layanan Gaming-on-Demand bernama HELD yang kini tengah memasuki tahap playtest. Saat ini, layanan tersebut baru tersedia di Android dan akan menyusul di iOS.
Nuon didukung oleh ekosistem Telkom Group yang kini memiliki lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 11 juta broadband households serta potensi addressable market lainnya yang mencapai 182 juta pengguna seluler. Serta, lebih dari 4 juta broadband households.
“Dengan struktur bisnis yang terintegrasi dari penciptaan IP hingga monetisasi, Nuon berkembang menjadi strategic digital asset dalam portofolio Telkom Group. Model ini tidak hanya memperluas revenue stream non-konektivitas, tetapi juga memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik,” tutup Aris.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.