Laporan keuangan kuartal IV 2025 yang dirilis EssilorLuxottica pada 11 Februari 2026 mengungkap capaian besar di industri wearable. Perusahaan optik raksasa tersebut menyatakan total penjualan smart glasses hasil kolaborasinya dengan Meta telah melampaui tujuh juta unit sepanjang 2025. Angka ini sekaligus menegaskan bahwa perangkat kacamata pintar kini mulai memasuki fase adopsi massal di pasar global.
Sebagai perbandingan, penjualan pada periode sebelumnya tercatat jauh lebih kecil. Berdasarkan akumulasi data 2023–2024, total unit yang terjual baru sekitar dua juta. Artinya, dalam kurun waktu relatif singkat, penjualan melonjak lebih dari tiga kali lipat. Lonjakan tajam ini menunjukkan perubahan signifikan dalam minat konsumen terhadap perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan.
Kolaborasi Jangka Panjang yang Mulai Berbuah
Kemitraan Meta dan EssilorLuxottica sebenarnya bukan hal baru. Kedua perusahaan pertama kali meluncurkan generasi awal smart glasses pada September 2021 melalui produk Ray-Ban Stories. Saat itu, adopsi pasar masih terbatas karena teknologi wearable AI belum sepopuler sekarang.
Baca Juga
Advertisement
Namun, situasi mulai berubah seiring perkembangan fitur dan integrasi teknologi. Generasi kedua yang meluncur pada 2023 menjadi titik balik penting karena menghadirkan peningkatan performa, desain, serta pengalaman pengguna. Produk tersebut berhasil menarik perhatian pasar lebih luas dan membuka jalan bagi pertumbuhan penjualan.
Momentum semakin kuat ketika versi terbaru Ray-Ban Meta diperkenalkan pada September 2025. Perangkat ini dilengkapi kontrol gestur tangan, teknologi neural interface, serta layar kecil terintegrasi pada lensa. Dibanderol sekitar 799 dolar AS, produk ini langsung mendapat respons tinggi di pasar Amerika Serikat hingga peluncuran globalnya sempat ditunda akibat tingginya permintaan domestik.
Strategi Produksi dan Ekspansi Pasar
Lonjakan minat konsumen tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga strategi produksi. Laporan media bisnis Bloomberg pada Januari 2025 menyebut kedua perusahaan tengah membahas peningkatan kapasitas produksi hingga minimal 20 juta unit. Target tersebut menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan pasar wearable berbasis AI dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, komitmen kerja sama jangka panjang juga diperkuat. Pada 2024, Meta dan EssilorLuxottica resmi memperpanjang perjanjian kolaborasi hingga dekade mendatang. Langkah ini menandakan keduanya tidak hanya mengejar penjualan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan fondasi ekosistem teknologi wearable yang berkelanjutan.
Tren Wearable AI Mendorong Permintaan
Kesuksesan penjualan smart glasses juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Kini, perangkat wearable tidak lagi dipandang sebagai produk eksperimental, melainkan sebagai alat praktis untuk aktivitas sehari-hari. Fitur kamera, asisten suara AI, hingga integrasi dengan layanan digital membuat kacamata pintar semakin relevan.
Media teknologi Road to VR menilai momentum ini sebagai langkah awal menuju era kacamata augmented reality yang dapat digunakan sepanjang hari. Artinya, smart glasses saat ini hanyalah tahap awal dari evolusi perangkat komputasi yang lebih imersif.
Baca Juga
Advertisement
Tak hanya Meta, sejumlah raksasa teknologi lain juga dikabarkan tengah menyiapkan perangkat serupa. Perusahaan seperti Google, Samsung, dan Apple disebut sedang mengembangkan produk XR wearable mereka sendiri. Persaingan yang semakin ramai diprediksi akan mempercepat inovasi sekaligus memperluas pasar.
Transformasi Bisnis ke Medtech dan Big Data
Di sisi lain, EssilorLuxottica juga tengah melakukan transformasi bisnis besar. Perusahaan tidak lagi hanya dikenal sebagai produsen kacamata, tetapi mulai memosisikan diri sebagai pemain di sektor medtech dan big data. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk Nuance Audio kacamata dengan fungsi alat bantu dengar serta platform kesehatan berbasis AI.
Strategi diversifikasi ini menunjukkan bahwa smart glasses hanyalah satu bagian dari visi jangka panjang perusahaan. Dengan menggabungkan teknologi kesehatan, data, dan wearable, EssilorLuxottica berupaya menciptakan ekosistem produk yang saling terhubung. Pendekatan tersebut diyakini dapat memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin industri di era perangkat pintar.
Baca Juga
Advertisement
Indikator Kuat Masa Depan Industri
Capaian penjualan lebih dari tujuh juta unit sepanjang 2025 menjadi indikator penting bahwa pasar smart glasses tengah memasuki fase pertumbuhan cepat. Kombinasi desain ikonik, teknologi AI, serta strategi distribusi global terbukti efektif mendorong adopsi.
Ke depan, analis memperkirakan industri ini masih memiliki ruang ekspansi luas. Masuknya pemain baru, kemajuan teknologi augmented reality, dan meningkatnya kebutuhan perangkat hands-free akan menjadi katalis utama pertumbuhan. Dalam konteks tersebut, smart glasses dipandang sebagai gerbang menuju masa depan komputasi personal yang lebih natural dan terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, lonjakan penjualan bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal perubahan arah industri teknologi global. Jika tren ini berlanjut, kacamata pintar berpotensi menjadi perangkat utama berikutnya setelah smartphone.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.