Hesai Technology, pionir global dalam pengembangan sensor Lidar, secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan raksasa teknologi Grab. Dalam kesepakatan ini, Grab ditunjuk sebagai distributor tunggal yang akan mengelola seluruh aktivitas penjualan, layanan pelanggan, hingga strategi pemasaran produk Hesai di wilayah Asia Tenggara.
Langkah ini diambil untuk memperkuat jaringan distribusi Lidar berkualitas tinggi agar lebih mudah dijangkau oleh berbagai sektor industri di kawasan ini. Dengan memanfaatkan cakupan pasar Grab yang sangat luas, Hesai berharap teknologi navigasi presisi mereka dapat diakses secara cepat oleh para pengembang sistem otonom dan robotika.
Bagi Grab, kolaborasi ini bukan sekadar bisnis distribusi, melainkan investasi strategis untuk memperkuat sistem pemetaan dan mobilitas mandiri mereka. Ketersediaan pasokan sensor yang stabil menjadi kunci utama bagi Grab dalam menyempurnakan teknologi kendaraan tanpa awak yang sedang mereka kembangkan.
Baca Juga
Advertisement
CEO Grab, Anthony Tan, mengibaratkan teknologi Lidar sebagai “mata” bagi kecerdasan buatan agar mampu melihat dan bergerak dengan aman di dunia nyata. Ia menegaskan bahwa akses terhadap teknologi kelas dunia ini akan mempercepat adopsi intelijen 3D di berbagai sektor industri di Asia Tenggara.
Di sisi lain, David Li selaku pimpinan Hesai melihat Asia Tenggara sebagai pasar yang sangat potensial, terutama pada sektor logistik dan manufaktur. Melalui bantuan Grab, Hesai optimis dapat mempercepat implementasi sensor mereka dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan robot layanan di pasar lokal.
Lidar sendiri merupakan teknologi sensor jarak jauh berbasis cahaya yang mampu memetakan lingkungan dengan akurasi sangat tinggi. Saat ini, Hesai memegang posisi sebagai pemimpin pasar dunia, terutama untuk kategori sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) dan kendaraan otonom.
Baca Juga
Advertisement
Melihat tren AI yang terus berkembang, permintaan akan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan di kawasan ini diperkirakan akan melonjak tajam. Transisi dari tahap uji coba menuju penggunaan komersial secara masif diprediksi akan menjadi babak baru dalam perkembangan industri otomotif dan logistik regional.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk mendorong terciptanya ekosistem kecerdasan buatan fisik yang lebih mutakhir. Sinergi ini diharapkan mampu membuat mesin-mesin canggih beroperasi secara optimal dan aman di tengah kompleksitas lingkungan perkotaan di Asia Tenggara.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.