Dalam beberapa tahun terakhir, pasar headphone dan earbuds benar-benar mengalami lonjakan inovasi. Model true wireless dengan fitur peredam bising semakin canggih, terutama dari merek-merek premium seperti Apple dengan AirPods Pro generasi terbaru dan Bose QuietComfort Ultra Earbuds generasi kedua. Keduanya menawarkan kemampuan noise cancelling yang semakin kuat, dipadukan dengan kualitas suara yang mengesankan.
Dilansir oleh Cnet, Namun demikian, ada satu tren besar yang kini mulai mencuri perhatian industri audio global. Jika sebelumnya earbuds dengan eartips silikon yang menutup rapat liang telinga menjadi standar utama, kini arah pasar justru bergerak ke desain terbuka atau open-ear.
Desain ini tidak menyegel telinga, sehingga pengguna tetap bisa mendengar suara di sekitar. Dengan kata lain, pengguna tetap memiliki kesadaran situasional atau situational awareness, yang sangat penting saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga
Advertisement
Tren Open-Ear Kian Melaju Pesat
Berdasarkan laporan berbagai lembaga riset pasar, penjualan earbuds open-ear dan headphone berbasis teknologi bone-conduction tumbuh sangat cepat. Bahkan, pameran teknologi CES 2026 di Las Vegas menjadi bukti nyata dari pergeseran tren ini.
Meski jumlah headphone baru yang diperkenalkan di ajang tersebut tidak terlalu banyak, mayoritas justru mengusung desain open-ear. Mulai dari model sport dengan ear-hook dari Shokz, Anker, dan JBL, hingga desain clip-on yang semakin populer.
Tidak hanya itu, beberapa produk open-ear generasi baru bahkan sudah dipersiapkan untuk rilis sepanjang 2026, meski belum semuanya diumumkan ke publik.
Baca Juga
Advertisement
Presiden divisi consumer audio Harman, Carsten Olesen, menyebut bahwa open-ear kini menjadi kategori earbuds dengan pertumbuhan tercepat.
“Berdasarkan riset kami, open-ear earbuds menjadi gaya earbuds dengan pertumbuhan paling cepat. Ini menandakan konsumen ingin perangkat audio yang menyatu dengan gaya hidup mereka,” ujarnya.
Dari Alat Musik Menjadi Perangkat Pendamping Sehari-hari
Tren ini juga diamini oleh Baseus, yang sebelumnya berkolaborasi dengan Bose dalam pengembangan Inspire XC1. Meski tak meluncurkan produk baru di CES, Baseus mengungkap bahwa pasar earphone akan memasuki fase pertumbuhan baru.
Baca Juga
Advertisement
Menurut Jack Liu, Head of International PR Baseus, earphone akan berevolusi dari sekadar perangkat mendengarkan menjadi perangkat pendamping sepanjang hari.
Terlebih lagi, saat ini fungsi menelepon dan interaksi dengan asisten AI sudah sama pentingnya dengan mendengarkan musik atau podcast. Oleh karena itu, desain open-ear dianggap lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Menariknya, Baseus juga mengklaim siap mengatasi dua tantangan utama desain open-ear, yakni kualitas suara dan fitur noise cancelling.
Baca Juga
Advertisement
Tantangan Besar: Noise Cancelling di Open-Ear
Meskipun terdengar menjanjikan, menanamkan teknologi active noise cancelling (ANC) pada desain open-ear bukan perkara mudah. Hal ini terbukti dari pengalaman Shokz saat merilis OpenFit Pro.
Alih-alih menyebutnya sebagai earbuds noise cancelling sejati, Shokz justru menamainya sebagai OpenEar Noise Reduction. Pasalnya, efektivitas peredam bisingnya masih kalah dibandingkan AirPods 4 dengan Active Noise Cancellation.
Meski begitu, OpenFit Pro tetap mendapat pujian karena kualitas suara yang mengesankan untuk kelas open-ear, desain premium, serta kenyamanan pemakaian.
Baca Juga
Advertisement
Di sisi lain, Apple dinilai lebih dulu berhasil menerapkan noise cancelling di earbuds open-ear. Meski tidak sekuat AirPods Pro, peredam bising AirPods 4 tetap terasa signifikan saat diaktifkan. Bahkan, banyak pihak memprediksi AirPods 5 akan membawa peningkatan lebih lanjut di sektor ini.
Anker Tawarkan Solusi Unik
Sementara itu, Anker mencoba mengambil pendekatan berbeda melalui Soundcore AeroFit 2 Pro. Earbuds ini memiliki desain semi-open dengan mekanisme yang memungkinkan pengguna mengatur posisi driver lebih masuk ke dalam telinga untuk mode ANC, atau lebih keluar untuk mode open listening.
Konsep ini memungkinkan satu perangkat memiliki dua dunia: kenyamanan open-ear dan peredam bising ala earbuds konvensional. Walaupun belum bisa menandingi performa ANC dari Bose atau Apple, pendekatan ini dinilai sebagai langkah inovatif yang bisa menjadi jembatan antara dua segmen pasar.
Baca Juga
Advertisement
Kenyamanan Jadi Alasan Utama
Walau kualitas suara open-ear terus meningkat dengan bass yang lebih solid dan distorsi yang semakin minim, earbuds dengan eartips silikon masih menjadi pilihan utama untuk kebutuhan listening kritis.
Namun, banyak orang memilih open-ear karena faktor kenyamanan. Tidak sedikit pengguna yang merasa terganggu dengan eartips yang masuk ke dalam telinga. Selain itu, desain clip-on dan ear-hook juga lebih aman digunakan saat olahraga seperti lari atau bersepeda, tanpa mengorbankan kesadaran terhadap lalu lintas sekitar.
Bose dan Apple Siap Adu Inovasi
Kesuksesan Bose Ultra Open Earbuds turut mempopulerkan desain clip-on di pasar Amerika Serikat. Lewat program Sound by Bose, perusahaan ini juga melisensikan teknologi audionya ke merek-merek seperti Baseus dan Skullcandy.
Baca Juga
Advertisement
Namun, Apple justru lebih dulu membawa noise cancelling ke segmen open-ear. Hal ini membuat publik menantikan langkah balasan Bose dalam waktu dekat.
Dengan banyaknya produk baru yang siap meluncur sepanjang 2026, persaingan open-ear earbuds dipastikan semakin sengit.
Melihat arah perkembangan industri, headphone dan earbuds open-ear dengan noise cancelling diprediksi akan menjadi tren utama pada 2026. Desain yang nyaman, aman untuk aktivitas luar ruangan, serta didukung fitur pintar membuat perangkat ini semakin relevan dengan gaya hidup modern.
Baca Juga
Advertisement
Dengan kata lain, headphone bukan lagi sekadar alat mendengarkan musik, melainkan sudah menjadi bagian penting dari rutinitas harian. Dan di tahun 2026, dunia audio tampaknya akan semakin terbuka secara harfiah.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.