Tren smartphone tipis sempat menjadi sorotan sepanjang tahun 2025. Ketika Apple mulai memperkenalkan konsep ponsel super ramping lewat iPhone Air, sejumlah produsen besar pun ikut tertarik untuk mengeksplorasi desain serupa. Tidak mau ketinggalan, Xiaomi juga dikabarkan menyiapkan perangkat tipis dengan embel-embel “Air” yang masuk dalam keluarga flagship mereka.
Namun, di balik ambisi besar tersebut, realitas pasar justru berkata lain. Alih-alih menuai antusiasme tinggi, iPhone Air justru mendapat sambutan yang terbilang dingin. Kondisi ini kemudian membuat banyak produsen berpikir ulang, termasuk Xiaomi yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengembangan Xiaomi 17 Air.
Meski begitu, jejak perangkat ini akhirnya terungkap ke publik. Sebuah cetakan teknik (engineering mould) yang diduga kuat milik Xiaomi 17 Air beredar luas di media sosial dan langsung menyita perhatian para penggemar gadget. Lantas, seperti apa sebenarnya wujud smartphone super tipis yang gagal meluncur tersebut?
Baca Juga
Advertisement
Desain Xiaomi 17 Air Disebut Mirip iPhone Air
Berdasarkan laporan Gizmochina pada Senin (12/1/2026), seorang tipster bernama Bald Panda membagikan video yang memperlihatkan perangkat yang diyakini sebagai Xiaomi 17 Air. Dari tampilan awal, desain ponsel ini sekilas memang mengingatkan pada iPhone Air.
Modul kamera belakang disusun secara horizontal memanjang, mirip dengan desain milik Apple. Namun, Xiaomi tampaknya menambahkan satu kamera ekstra sehingga terlihat lebih kompleks dibandingkan iPhone Air versi kamera ganda.
Sementara itu, dari sisi bodi, cetakan tersebut memperlihatkan dimensi yang sangat ramping. Ketebalannya disebut hanya sekitar 5,5 mm, bahkan lebih tipis dari iPhone Air yang dikabarkan memiliki ketebalan 5,6 mm. Dengan ukuran setipis itu, Xiaomi 17 Air berpotensi menjadi salah satu smartphone paling tipis yang pernah dibuat Xiaomi.
Baca Juga
Advertisement
Di bagian depan, perangkat ini diyakini mengusung layar berukuran 6,59 inci. Ukuran tersebut tetap menempatkannya di kelas flagship berlayar besar, meskipun bodinya sangat ramping dan ringan.
Namun demikian, desain ini tidak pernah benar-benar sampai ke tahap produksi massal. Proyek Xiaomi 17 Air hanya berhenti di fase prototipe dan eksplorasi desain internal. Artinya, bocoran cetakan ini lebih mencerminkan eksperimen Xiaomi daripada sinyal peluncuran produk baru.
Sempat Dirumorkan Jadi Flagship Masa Depan Xiaomi
Sebelum bocoran cetakan ini muncul, rumor soal Xiaomi 17 Air sebenarnya sudah lebih dulu beredar. Pada Oktober 2025, tipster terkenal Smart Pikachu mengungkap bahwa Xiaomi tengah menguji sebuah smartphone flagship tipis dengan layar sekitar 6,6 inci.
Baca Juga
Advertisement
Kala itu, banyak pihak meyakini bahwa perangkat tersebut akan diperkenalkan sebagai Xiaomi 17 Air. Apalagi, bocoran desainnya terdengar cukup ambisius dan futuristik.
Smartphone ini disebut bakal mengusung layar dengan sudut membulat serta rangka logam yang dibuat melalui proses cold-sculpting. Teknologi tersebut memungkinkan Xiaomi menciptakan bodi yang kokoh, presisi, sekaligus terasa premium di tangan.
Tak hanya itu, rumor juga menyebut Xiaomi berencana membenamkan kamera utama beresolusi 200 megapiksel. Jika benar terealisasi, Xiaomi 17 Air akan menjadi salah satu smartphone tertipis di dunia dengan sensor kamera beresolusi sangat tinggi.
Baca Juga
Advertisement
Dengan spesifikasi tersebut, Xiaomi 17 Air sempat diprediksi bakal menjadi pesaing serius iPhone Air dan Galaxy S25 Edge di segmen smartphone tipis kelas atas.
Alasan Xiaomi 17 Air Akhirnya Batal Rilis
Sayangnya, ambisi besar tersebut harus kandas di tengah jalan. Xiaomi disebut akhirnya menyadari bahwa desain smartphone super tipis menuntut terlalu banyak kompromi.
Pertama, kapasitas baterai menjadi tantangan terbesar. Semakin tipis bodi ponsel, semakin terbatas pula ruang untuk menyematkan baterai berkapasitas besar. Padahal, daya tahan baterai masih menjadi faktor utama bagi sebagian besar pengguna.
Baca Juga
Advertisement
Kedua, pengelolaan panas juga menjadi persoalan serius. Smartphone flagship dengan performa tinggi membutuhkan sistem pendinginan yang mumpuni. Sementara itu, bodi yang terlalu tipis membuat ruang untuk sistem pendingin menjadi sangat terbatas.
Selain itu, sistem kamera juga harus dikompromikan. Sensor besar seperti kamera 200 MP membutuhkan ruang ekstra, sehingga sulit dipadukan dengan desain ultra tipis tanpa mengorbankan estetika atau kenyamanan.
Di sisi lain, minat pasar terhadap smartphone tipis juga dinilai belum cukup kuat. Produk sejenis seperti iPhone Air dan Galaxy S25 Edge dilaporkan gagal mencuri perhatian konsumen secara luas. Kondisi ini membuat Xiaomi menilai bahwa proyek Xiaomi 17 Air tidak layak dilanjutkan secara komersial.
Baca Juga
Advertisement
Sebagai gantinya, sejumlah produsen memilih mengalihkan konsep smartphone tipis ke segmen harga yang lebih terjangkau. Contohnya adalah Nubia Air dan TECNO SPARK Slim, yang tetap mengusung bodi ramping ala iPhone Air, tetapi dibanderol dengan harga lebih ramah di kantong.
Smartphone Tipis: Inovasi atau Sekadar Eksperimen?
Kemunculan bocoran Xiaomi 17 Air menunjukkan bahwa tren smartphone tipis memang masih menarik untuk dieksplorasi. Namun, di sisi lain, realitas pasar membuktikan bahwa desain ramping saja belum cukup untuk memenangkan hati konsumen.
Pengguna saat ini cenderung mengutamakan daya tahan baterai, performa stabil, serta kualitas kamera yang mumpuni. Jika semua itu harus dikorbankan demi bodi yang lebih tipis, maka daya tariknya pun menjadi berkurang.
Baca Juga
Advertisement
Dengan demikian, Xiaomi 17 Air bisa dibilang menjadi simbol eksperimen desain yang ambisius, tetapi belum menemukan momentum yang tepat. Meski gagal rilis, keberadaan prototipe ini tetap menarik untuk disimak sebagai bagian dari perjalanan inovasi Xiaomi di dunia smartphone.
Kini, pertanyaannya tinggal satu: apakah smartphone super tipis benar-benar dibutuhkan pengguna, atau justru hanya akan menjadi tren sesaat yang cepat berlalu?
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.