Realme berencana kembali bergabung sebagai sib-brand dari Oppo. Langkah ini dinilai dapat memengaruhi strategi pemasaran produk, harga perangkat hingga pengalaman pengguna.
Nantinya, posisi Realme sebagai sub-brand Oppo akan serupa denan OnePlus. Hal ini diprkirakan berpotensi membatasi jangkauannya di pasar-pasar tertentu ke depannya.
Laporan terbaru dari Lei Feng Network menunjukkan bahwa Realme sedang menggabungkan operasionalnya dengan Oppo. Langkah ini dilakukan untuk merampingkan sumber daya dan memangkas pengeluaran yang berlebihan di berbagai fungsi.
Baca Juga
Advertisement
Founder dan CEO Realme, Sky Li, dilaporkan mengambil alih pengelolaan semua aktivitas dari sub-brand. Kendati demikian, detail terkait aspek kesepakatan keuangan masih dirahasiakan.
Sebuah sumber informasi mengindikasikan bahwa perubahan ini memungkinan Realme dan OnePlus untuk berkoordinasi lebih baik dengan Oppo. Sehingga, mendorong posisi yang unik di pasar.
Melansir dari Financial Express, salah satu perubahan kunci melibatkan penggabungan dukungan pelanggan Realme ke dalam sistem Oppo yang sudah mapan. Merek-merek tersebut berencana untuk mempertahankan identitas produk yang independen untuk penjualan. Meskipun, operasionalnya semakin selaras.
Baca Juga
Advertisement
Realme menduduki posisi kuat di pasar seperti India, Asia Tenggara dan Eropa. Hal ini dikarenakan perusahaan menawarkan produk terjangkau dengan spesifikasi solid di kategori kelas bawah dan menengah.
Awalnya, Realme merupakan bagian dari lini produk Oppo beberapa tahun lalu. Kini, perusahaan telah beroperasi secara mandiri untuk sementara waktu. Kemudian, perusahaan kembali ke masa-masa awal tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.