Samsung Uji Baterai 20.000 mAh untuk Smartphone, Daya Tahan Fantastis tapi Masih Terkendala

Samsung

Dunia teknologi kembali diramaikan oleh kabar mengejutkan dari Samsung. Kali ini, raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut disebut tengah menguji baterai smartphone dengan kapasitas yang nyaris tak masuk akal, yakni hingga 20.000 mAh. Jika rumor ini benar, Samsung berpotensi menciptakan lompatan besar dalam industri baterai ponsel pintar yang selama ini stagnan di kisaran 4.000–6.000 mAh.

Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan Android Authority, Kamis (1/1/2026). Laporan tersebut mengutip unggahan seorang pembocor teknologi bernama phonefuturist di platform X. Dalam bocorannya, ia mengklaim bahwa Samsung SDI, anak perusahaan Samsung yang fokus mengembangkan teknologi baterai, tengah menguji baterai berbasis silikon-karbon dengan desain dual-cell.

Lebih lanjut, baterai tersebut dikabarkan terdiri dari dua sel terpisah. Sel pertama memiliki kapasitas 12.000 mAh, sementara sel kedua berkapasitas 8.000 mAh. Jika digabungkan, total daya yang dihasilkan mencapai 20.000 mAh. Angka ini jelas jauh melampaui standar baterai smartphone saat ini.

Advertisement

Tak hanya soal kapasitas, klaim lain yang ikut mencuri perhatian adalah daya tahannya. Disebutkan bahwa baterai ini mampu menghasilkan screen-on time hingga 27 jam, angka yang selama ini hanya bisa dicapai oleh tablet atau perangkat khusus. Selain itu, baterai tersebut diklaim sanggup bertahan sekitar 960 siklus pengisian daya per tahun, yang menandakan performa jangka panjang cukup menjanjikan.

Namun demikian, di balik potensi besar tersebut, muncul catatan penting yang tidak bisa diabaikan. Samsung SDI disebut menemukan masalah pembengkakan baterai selama proses pengujian. Kondisi ini membuat baterai dinilai belum cukup stabil untuk digunakan dalam perangkat konsumen, terutama smartphone yang menuntut desain tipis dan aman.

Sebagai akibatnya, harapan untuk melihat ponsel Galaxy dengan baterai 20.000 mAh dalam waktu dekat tampaknya masih jauh dari kenyataan. Teknologi ini, setidaknya untuk saat ini, masih berada di tahap eksperimen dan belum layak diproduksi secara massal.

Advertisement

Menariknya, sang pembocor juga membagikan gambar yang diklaim sebagai bentuk fisik baterai uji coba tersebut. Meski demikian, informasi ini tetap perlu disikapi secara hati-hati. Pasalnya, sumber tersebut belum memiliki rekam jejak yang benar-benar konsisten dalam membocorkan produk Samsung sebelumnya.

Laporan lain bahkan mengungkap detail teknis yang cukup mengkhawatirkan. Salah satu sel baterai berkapasitas 8.000 mAh dilaporkan mengalami perubahan ketebalan signifikan, dari semula 4 mm menjadi 7,2 mm akibat pembengkakan. Perubahan ini jelas menjadi alarm serius, mengingat ruang internal smartphone sangat terbatas.

Tak berhenti di situ, muncul pula spekulasi bahwa Samsung SDI sebenarnya tidak menargetkan teknologi baterai ini untuk smartphone. Sebaliknya, baterai silikon-karbon berkapasitas ekstrem ini diduga tengah dikembangkan untuk kendaraan listrik atau perangkat berukuran besar lainnya yang memiliki toleransi ruang dan sistem pendinginan lebih baik.

Advertisement

Secara teori, baterai silikon-karbon memang menawarkan potensi kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Kandungan silikon memungkinkan penyimpanan energi lebih tinggi. Namun, di sisi lain, silikon juga memiliki sifat mengembang saat siklus pengisian, yang berisiko menurunkan stabilitas dan umur baterai.

Inilah sebabnya, produsen ponsel biasanya membatasi kadar silikon dalam baterai mereka. Sebagai contoh, OnePlus 15 yang dikabarkan membawa baterai 7.300 mAh hanya menggunakan sekitar 15 persen kandungan silikon. Pendekatan ini dipilih demi menjaga keseimbangan antara kapasitas dan keandalan.

Sementara itu, realme pernah memamerkan prototipe ponsel dengan baterai 15.000 mAh yang menggunakan silikon 100 persen. Meski terdengar impresif, perangkat tersebut akhirnya tidak pernah masuk tahap produksi massal karena masalah stabilitas.

Advertisement

Dengan demikian, besar kemungkinan baterai 20.000 mAh yang diuji Samsung SDI memiliki kandungan silikon jauh lebih tinggi dibandingkan baterai smartphone komersial saat ini. Hal ini menegaskan bahwa teknologi tersebut masih lebih cocok disebut sebagai eksperimen teknologi ketimbang solusi siap pakai untuk konsumen.

Ke depan, pengembangan ini tetap patut dinantikan. Meski belum bisa dinikmati dalam waktu dekat, langkah Samsung menunjukkan bahwa inovasi baterai masih terus berjalan. Jika tantangan pembengkakan dan stabilitas bisa diatasi, bukan tidak mungkin era smartphone dengan daya tahan berhari-hari akan benar-benar terwujud.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.