Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, jaringan 5G kini mulai diposisikan sebagai standar global. Berbagai negara berlomba-lomba menghadirkan konektivitas super cepat yang diklaim mampu mendukung masa depan digital. Namun demikian, kondisi tersebut ternyata tidak sepenuhnya berlaku di Indonesia.
Meski HP 5G sudah semakin banyak beredar di pasaran, faktanya HP 4G justru masih laris manis dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Fenomena ini pun memunculkan pertanyaan besar: mengapa perangkat dengan teknologi lama masih begitu diminati?
Padahal, menurut laporan dari University of Greater Manchester, jaringan 5G menawarkan kecepatan lebih tinggi serta mampu menghubungkan lebih banyak perangkat sekaligus. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan cerita yang berbeda, khususnya di pasar Indonesia.
Baca Juga
Advertisement
Harga Lebih Terjangkau, Jadi Daya Tarik Utama
Pertama dan paling krusial, harga HP 4G jauh lebih ramah di kantong. Sebagian besar perangkat 4G berada di segmen entry level hingga mid-range dengan banderol sekitar Rp1 juta sampai Rp2 jutaan.
Sebagai contoh, beberapa seri dari Samsung atau OPPO masih menawarkan HP 4G dengan spesifikasi yang cukup untuk kebutuhan harian. Bagi masyarakat Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga, faktor ini jelas menjadi pertimbangan utama.
Sementara itu, HP 5G umumnya dibanderol lebih mahal. Walaupun kini sudah ada HP 5G murah, selisih harga tersebut tetap terasa, terutama bagi pelajar, pekerja lapangan, dan masyarakat di daerah.
Baca Juga
Advertisement
Jaringan 5G Belum Merata di Indonesia
Selain harga, persoalan infrastruktur juga memainkan peran penting. Hingga kini, cakupan jaringan 5G di Indonesia masih sangat terbatas. Beberapa laporan menyebutkan bahwa jaringan 5G baru tersedia di sekitar 10 persen wilayah Indonesia.
Artinya, hanya kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan yang bisa menikmati konektivitas 5G secara optimal. Sementara itu, wilayah pinggiran hingga pedesaan masih bergantung sepenuhnya pada jaringan 4G.
Akibatnya, membeli HP 5G terasa kurang relevan bagi sebagian besar masyarakat. Tanpa dukungan jaringan yang merata, keunggulan teknologi 5G pun tidak bisa dimaksimalkan.
Baca Juga
Advertisement
Kecepatan 5G Dinilai Belum Signifikan
Tak hanya soal jangkauan, kecepatan 5G di Indonesia juga belum sesuai ekspektasi. Di sejumlah negara maju, jaringan 5G mampu menembus kecepatan hingga 10 Gbps. Namun di Indonesia, kecepatannya masih berada di kisaran 100–250 Mbps.
Dengan selisih yang hanya sekitar dua hingga tiga kali lebih cepat dari 4G, banyak pengguna merasa peningkatannya belum terlalu terasa. Terlebih lagi, stabilitas jaringan 5G di Indonesia masih kerap dipertanyakan karena sinyalnya sering berpindah ke 4G.
Dalam kondisi seperti ini, HP 4G yang sudah stabil dan cukup cepat tentu masih dianggap sangat layak digunakan.
Baca Juga
Advertisement
Literasi Teknologi Masyarakat Masih Beragam
Faktor berikutnya adalah pemahaman teknologi yang belum merata. Indonesia sebagai negara berkembang masih menghadapi tantangan dalam hal edukasi dan literasi digital.
Di banyak daerah, masyarakat belum memahami perbedaan mendasar antara jaringan 4G dan 5G. Selama HP bisa digunakan untuk menelepon, chatting, menonton video, dan media sosial, maka teknologi jaringan bukanlah prioritas utama.
Karena itu, HP 4G yang lebih murah dan familiar cenderung lebih diminati dibandingkan HP 5G yang dianggap “terlalu canggih” dan belum tentu dibutuhkan.
Baca Juga
Advertisement
Produsen Masih Gencar Menjual HP 4G
Menariknya, produsen smartphone juga masih aktif memproduksi HP 4G. Merek-merek besar seperti Xiaomi, OPPO, hingga Samsung tetap merilis HP 4G, khususnya di kelas entry dan mid-range.
Selain itu, merek seperti Infinix, TECNO, dan vivo juga menjadikan HP 4G sebagai tulang punggung penjualan mereka di Indonesia. Selama pasokan masih tersedia dan permintaan tetap tinggi, HP 4G akan terus bertahan di pasaran.
Kesimpulan: 4G Masih Relevan, 5G Masih Menunggu Waktu
Jika dibandingkan dari sisi teknologi, HP 5G memang lebih unggul. Namun demikian, kombinasi harga, jaringan, kebutuhan pengguna, dan literasi teknologi membuat HP 4G masih sangat relevan di Indonesia.
Baca Juga
Advertisement
Selama jaringan 5G belum merata dan manfaatnya belum terasa signifikan, masyarakat akan tetap memilih opsi yang paling rasional. Ke depan, seiring pembangunan infrastruktur dan meningkatnya edukasi digital, bukan tidak mungkin pamor HP 4G perlahan menurun. Namun untuk saat ini, satu hal sudah pasti: HP 4G belum akan tergeser dalam waktu dekat di pasar Indonesia.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.