Rusia memblokir akses platform gim anak-anak Roblox. Pasalnya, gim tersebut diduga menyebarkan konten bermuatan ekstremis dan propaganda LGBT.
Pengawas Komunikasi Rusia Roskomnadzor menyatakan bahwa Roblox dipenuhi dengan konten yang tidak pantas. Sehingga, berdampak negatif pada perkembangan spiritual dan moral anak-anak.
Roskomnadzor memiliki rekam jejak panjang dalam membatasi akses ke media. Sementara, platform teknologi Barat yang dianggap memuat konten melanggar hukum Rusia.
Baca Juga
Advertisement
“Kami menghormati hukum dan peraturan setempat di negara tempat kami beroperasi dan percaya bahwa Roblox menyediakan ruang positif untuk pembelajaran, kreasi dan koneksi yang bermakna bagi semua orang,” ungkap juru bicara Roblox dalam pernyataan resminya dikutip dari Reuters pada Kamis (4/12).
Menurut penjelasannya, Roblox berkomitmen terhadap keselamatan penggunanya. Platform tersebut memiliki serangkaian upaya keamanan proaktif dan preventif yang kuat dan dirancang untuk menangkap seta mencegah konten berbahaya di platform.
Roblox sendiri memiliki rata-rata jumlah pengguna aktif harian sebanyak 151,5 juta pada kuartal ketiga tahun ini. Platform ini telah dilarang beberapa negara termasuk Irak dna Turki karena kekhawatiran tentang predator yang meneksploitasi platform tersebut untuk melecehkan anak-anak.
Baca Juga
Advertisement
Pada tahun 2023, Rusia menetapkan apa yang disebut sebagai “gerakan LGBT Internasional” sebagai ekstremis dan mereka yang mendukungnya sebagai teroris. Hal ini membuka jalan bagi kasus pidana serius terhadap kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender serta para pendukungnya.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.