800 Mahasiswa Didaulat Jadi Google Student Ambassador, Bantu Edukasi AI

Img 1337

Google Indonesia meluncurkan program besar yang melibatkan 800 Google Student Ambassador (GSA) dari berbagai universitas. Mereka terpilih dari 12.000 pendaftar yang berasal dari 763 perguruan tinggi. 

Melalui program ini, para duta AI terpilih akan mendapatkan akses ke paket Gemini AI Pro, pelatihan kepemimpinan, sertifikasi Generative AI Leader, serta pendampingan langsung dari pakar. Lebih dari sekadar pelatihan, program ini dirancang untuk membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mempercepat adopsi AI di kampus dan masyarakat.

Menurut Muriel M, Country Marketing Manager Google Indonesia, program ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi muda. “Kami percaya, mahasiswa Indonesia punya potensi luar biasa untuk memimpin perubahan di era AI. Melalui program ini, mereka tidak hanya mahir teknologi, tapi juga memiliki visi dan kepemimpinan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Muriel.

Advertisement

Img 1312
800 Mahasiswa Didaulat Jadi Google Student Ambassador, Bantu Edukasi AI 6

Dia menambahkan bahwa pelatihan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas sekaligus memperluas jaringan global.

Salah satu peserta, Nasywa Nozumi dari IPB University mengungkapkan  bahwa dia membuat acara yang berisi toko pop-up dari Google, terkait fitur-fiturnya.

“Setelah itu, saya juga membuat acara bincang-bincang yang menghadirkan para pakar di bidangnya,” terangnya.

Advertisement

Dari Universitas Brawijaya, Muhammad Zaidil Munawar memanfaatkan Gemini untuk mendukung mahasiswa penyandang disabilitas. Ia mengembangkan ide fitur transkripsi suara dosen yang kemudian diringkas agar mudah dipahami.

“Gemini bisa membantu siapa saja, termasuk teman-teman tuli, untuk mengakses materi kuliah. Inovasi ini membuat teknologi terasa inklusif,” jelas Zaidil.

Sementara itu, Rizky Fahmi Hidayat dari Institut Teknologi Bandung, berbagi ide permainan edukatif berbasis Gemini.

Advertisement

“Saya membayangkan game interaktif yang mendorong anak-anak memecahkan teka-teki lewat visualisasi AI. Inovasi ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga menstimulasi kreativitas sejak dini,” ungkapnya.

Dari sisi pendidik, Ira Mirawati, dosen Universitas Padjadjaran sekaligus Edu Creator, menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Ira melanjutkan, adalah tanggung jawab guru bagaimana mendorong siswa untuk memaksimalkan penggunaan AI, sehingga mereka dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Advertisement

“AI tidak menggantikan kreativitas mahasiswa, melainkan mitra untuk memperluas pengetahuan. Tantangan kita sebagai pendidik adalah membimbing mahasiswa agar mampu menggunakan AI dengan etis dan kritis,” tegas Ira.

Menurut Ira, AI membantu mahasiswa mengumpulkan data, namun mahasiswanya tetap harus menganalisa hasil pembelajaran mereka dari AI untuk menambah pengetahuan mereka. Jadi, keberadaan AI membantu mereka berpikir. Membuat prompt sendiri adalah proses kreatif. “AI tidak menggantikan hasil kerja. Ia tidak menggantikan hasil kerja. Melainkan menjadi mitra,” ujarnya.

Fitur Gemini untuk Pendidikan

Advertisement

Gemini menghadirkan beragam fitur pembelajaran, mulai dari Guided Learning yang memecah konsep kompleks menjadi langkah sederhana, hingga Exam Prep yang otomatis membuat kartu flash dan panduan belajar. Selain itu, integrasi visual berupa gambar, diagram, dan video membuat konsep rumit seperti fotosintesis lebih mudah dipahami.

Img 1315
800 Mahasiswa Didaulat Jadi Google Student Ambassador, Bantu Edukasi AI 7

Tak hanya itu, paket Gemini AI Pro juga menyertakan: Nano Banana, alat kreatif untuk menghasilkan visual realistis dari foto atau teks; Veo 3, generator video pendek berbasis teks dan gambar; dan NotebookLM, asisten berpikir untuk membantu mahasiswa merangkum ide dan materi belajar.

Semua fitur ini dirancang untuk mendorong inovasi, kolaborasi, dan pembelajaran yang lebih interaktif.

Advertisement

Program GSA tidak berhenti di pelatihan. Para ambassador diberi tantangan membuat proyek nyata di kampus, seperti pop-up store digital Google, lokakarya AI, hingga diskusi bersama pakar industri. Inisiatif ini diharapkan menularkan pengetahuan AI ke berbagai disiplin ilmu, tidak hanya bidang teknologi.

Lebih jauh, program ini juga dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas kampus. Dengan begitu, mahasiswa pajak, pertanian, ekonomi, maupun teknik bisa merasakan manfaat teknologi AI dalam studi mereka.

Feliciana Wienathan Manajer Komunikasi, Google Indonesia mengatakan bahwa program GSA berlangsung selama satu tahun, dengan kemungkinan perpanjangan di masa depan. Meski tanpa kontrak formal, para mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menularkan ilmu yang mereka peroleh kepada rekan-rekannya.

Advertisement

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka bukan hanya pengguna teknologi, tapi juga pemimpin yang membawa nilai baru dalam masyarakat,” tandas Feliciana. 

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.