Memasuki usia ke-50 tahun, Polytron semakin menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Perusahaan tersebut baru saja meluncurkan jajaran laptop pertamanya yang bernama Luxia Series.
Sebagai salah satu merek produk elektronik lokal tertua di Indonesia, Polytron telah menawarkan banyak produk elektronik. Mulai dari home appliences, audio, televisi hingga EV alias mobil listrik.
Kini, Polytron resmi memasuki pasar laptop di Indonesia dengan kehadiran Luxia Series. Perangkat ini mengunggulkan material desainnya yang premium dan harganya yang kompetitif.
Baca Juga
Advertisement
Lantas, bagaimana dengan nasib smartphone Polytron di Indonesia? Sebelumnya, Polytron pertama kali memasuki pasar smartphone Indonesia pada tahun 2011.
Perusahaan mulai serius menggarap smartphone di tahun 2012 dengan meluncurkan smartphone berbasis Android seperti seri Wizard. Kemudian, terus meluncurkan berbagai seri smartphone, termasuk seri Zap, Prime dan Rocket.
Beberapa varian smartphone Polytron yang pernah populer di pasar Indonesia ialah Polytron Zap 5, Polytron Prime 7S dan Polytron Prime 7 Pro. Pada tahun 2016, mereka mengembangkan sistem operasi khusus bernama Fira OS.
Baca Juga
Advertisement
Kemudian, Polytron akhirnya resmi keluar dari pasar smartphone Indonesia di tahun 2017. Di sela acara peluncuran laptop Polytron Luxia Series, Commercial Director Polytron Tekno Wibowo mengungkap alasannya.
“Tapi, kalau kita ngomongin masalah smartphone, kita terpaksa keluar dari pasar itu 2017 ya, karena kita nggak bisa bersaing. Di saat itu, kecepatan penggantian chipset itu sangat cepat sekali, ya. Jadi, misalkan ada chipset baru, kita butuh 6 bulan untuk develop software-nya,” jelas Tekno kepada awak media di Jakarta, Selasa (5/8).
Setelah itu, tiga bulan berikutnya merek lain sudah mengeluarkan chipset terbaru, kata dia. Tekno mengaku bahwa kala itu pihaknya memang tak dapat mengikuti cepatnya arus perkembangan smartphone.
Baca Juga
Advertisement
“Begitu software-nya jadi kita harus luncurin, kita cuma punya waktu jualan 1 bulan. Setelah itu, 3 bulan lainnya, merek lain udah keluarin dengan chipset yang baru. Nah, kita nggak bisa, kemampuan kita nggak sampai di situ,” imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan kembali smartphone di pasar Indonesia. Kini, mereka masih melihat peluang yang ada.
“Kita akanmelihat lagi lah kalau kita punya kesempatan untuk masuk lagi nantinya di pasar smartphone,” pungkas Tekno.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.