Apple Gugat Jon Prosser atas Dugaan Pembocoran Rahasia iOS 26

Apple

Apple kembali menjadi sorotan, bukan karena peluncuran produknya, melainkan karena langkah hukum yang diambil terhadap Jon Prosser, seorang pembocor teknologi populer di YouTube. Gugatan ini muncul setelah Apple menuduh Prosser terlibat dalam pencurian rahasia dagang, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan sistem operasi terbarunya, iOS 26.

Menurut laporan dari The Verge pada Jumat (18/7) waktu setempat, Apple mengklaim bahwa Prosser bekerja sama dengan seseorang bernama Michael Ramacciotti untuk memperoleh informasi internal secara diam-diam. Ramacciotti diduga mengakses iPhone milik Ethan Lipnik, seorang insinyur perangkat lunak Apple, yang tengah menguji iOS 26, sistem operasi yang pada saat itu belum dirilis ke publik.

Untuk melancarkan aksinya, Ramacciotti disebut mengetahui kode sandi iPhone Lipnik. Ia bahkan menggunakan fitur pelacakan lokasi untuk mengetahui kapan Lipnik sedang berada jauh dari rumah dalam waktu lama. Pada saat itulah, ia berencana mengakses perangkat yang memuat versi awal iOS 26.

Advertisement

Apple menuduh bahwa Prosser menawarkan imbalan kepada Ramacciotti, baik berupa uang tunai maupun peluang kerja di masa depan, sebagai kompensasi atas akses ke iPhone yang berisi informasi rahasia tersebut. Setelah berhasil memperoleh data tersebut, Ramacciotti dikabarkan menunjukkan isi iPhone kepada Prosser melalui panggilan video.

Lebih lanjut, Apple menyebut bahwa panggilan video tersebut direkam oleh Prosser dan kemudian dibagikan kepada orang lain. Informasi yang diperoleh pun digunakan Prosser untuk membuat render desain baru dan mengungkap fitur-fitur iOS mendatang di kanal YouTube miliknya, Front Page Tech, serta Genius Bar Podcast.

Anonim dan Investigasi Internal

Apple mengaku baru mengetahui detail lengkap insiden ini pada April lalu, setelah menerima email dari pihak anonim. Orang tersebut mengaku telah melihat rekaman panggilan Prosser dan mengenali apartemen Lipnik dalam video tersebut. Hal ini mendorong Apple melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Advertisement

Tak hanya itu, perusahaan juga memiliki bukti tambahan berupa pesan suara dari Ramacciotti kepada Lipnik, berisi permintaan maaf dan pengakuan bahwa inisiatif membocorkan informasi tersebut datang dari Prosser. Bukti itu kemudian diserahkan Lipnik kepada pihak internal Apple.

Namun, terlepas dari kerja sama Lipnik dalam penyelidikan, Apple tetap memutuskan untuk memecatnya. Alasannya: Lipnik dianggap gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga keamanan perangkat lunak yang belum dirilis.

Dalam periode Januari hingga April 2025, Prosser sempat mengunggah beberapa video yang berisi bocoran seputar iOS 26, yang sebelumnya disebut sebagai iOS 19. Salah satu video berjudul “Tampilan pertama di iOS 19” menampilkan desain ulang aplikasi kamera.

Advertisement

Kemudian, pada Maret, ia kembali mempublikasikan video tentang desain baru aplikasi Pesan. Puncaknya terjadi pada April, ketika Prosser merilis video berjudul “Kebocoran iOS Terbesar yang Pernah Ada,” yang menampilkan konsep Liquid Glass—fitur desain baru dari Apple.

Menanggapi gugatan ini, Prosser memberikan klarifikasi melalui akun X (sebelumnya Twitter). Ia menolak semua tuduhan dan menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam persekongkolan untuk mengakses data pribadi siapa pun. Menurutnya, ia tidak mengetahui cara informasi itu didapatkan dan mengaku memiliki bukti yang bisa memperkuat pembelaannya.

“Saya tidak ‘berkomplot’ untuk mengakses ponsel siapa pun. Saya tidak tahu kata sandinya. Saya juga tidak tahu bagaimana informasi itu diperoleh,” tegas Prosser dalam pernyataannya.

Advertisement

Dalam dokumen hukum yang diajukan, Apple menuntut ganti rugi dan meminta pengadilan untuk melarang Prosser membagikan atau mempublikasikan rahasia dagang perusahaan di masa mendatang.

Meskipun iOS 26 telah diumumkan secara resmi, Apple berpendapat bahwa masih banyak elemen penting dalam sistem operasi dan perangkat terkait yang belum diungkap ke publik. Oleh karena itu, kebocoran semacam ini dianggap sangat merugikan dan berpotensi membahayakan strategi peluncuran produk perusahaan ke depan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerahasiaan informasi dalam dunia teknologi yang sangat kompetitif. Sementara publik menantikan kelanjutan sidang ini, satu hal yang pasti: keamanan informasi adalah harga mati, terutama bagi perusahaan sebesar Apple.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.